Skip to content

Robot berkaki enam

Karya Mahasiswa
Robot Berkaki Enam Ikut Pekan Kreatif 2011
Indra Akuntono | Inggried | Kamis, 7 Juli 2011 | 15:58 WIB
Dibaca: 846
|
Share:
FERGANATA INDRA RIATMOKO Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah universitas turut memamerkan produk kreatif unggulan dalam Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) yang digelar 6 Juli-10 Juli 2011 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Adapun universitas yang berpartisipasi dalam pameran ini adalah Politeknik Elektro Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknbologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Indonesia, Universitas Riau, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Sebelas Maret.

Para pengunjung tampak antusias mengunjungi stan pendidikan yang diisi dengan berbagai karya universitas tersebut. Salah satu produk kreatif yang bisa disaksikan adalah robot berkaki enam yang diberi nama Hexapoid yang dipamerkan ITB.

Robot berkaki enam merupakan prototipe untuk simulasi petugas pemadam kebakaran dalam menemukan dan memadamkan api.

“Hexapoid telah diperbarui sebanyak tiga kali. Pada April lalu, robot kami ini mendapatkan juara satu di Trinity Fire Fighting Robot Contest di Hartford Connecticut, Amerika Serikat,” kata mahasiswa Fakultas Teknik Elektro yang menjaga stan ITB, Ashlih Daweitry, kepada Kompas.com, Kamis (7/7/2011), di Jakarta.

Sementara itu, di stan Unpad, Fakultas Kedokteran (FK) memamerkan teknik kreatifnya dalam dunia medis, yaitu bedah selaput mata tanpa jahitan untuk penderita pterigium. Teknik ini bernama lem fibrin otologus (LFO). Teknik LFO adalah suatu teknik baru pada operasi pterigium tanpa jahitan. LFO adalah sejenis lem untuk perekat pengganti jahitan yang diambil dan dibuat langsung dari darah penderita sebanyak 5-10 mililiter.

“Sesuai dengan namanya, otologus itu diri sendiri. Maksudnya, diobati oleh darah yang diambil dari si penderita sebelum dioperasi dan diformulasikan sedemikian rupa sehingga menjadi cairan seperti lem,” kata Adhi, dokter dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, yang bertugas memberikan penjelasan kepada para pengunjung.

Selain FK Unpad, LFO juga dikembangkan oleh Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, dan Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: