Skip to content

Pauw bntr agy mw ningglin semarang

Betapa sedihnya meninggalkan kota Semarang, dah lama banget ea ternyata disini pauw cuma pengen krumah kpndk na ntar z kl pauw dh siap pndk agy kpn ea pauw bysa kmpl kya dl agy kta anx2 c bntr agy tpi pauw anggp nioe thu lm bgt tw mdh2’n pauw byza bth dpp agy doa’n z ea……….

Ini solusinya

arus terpisah tempat tidurnya pada usia 10 tahun, apalagi yang bukan mahramnya. Bagaimana kalau hal ini diterapkan di sekolah ? Tentu ini adalah keputusan yang tepat dan berani dalam menjaga anak – anak dan keluarga kita.

Metronews.com , Kamis, 10 Juni 2010 memberikan bahwa penumpang Busway mulai dipisah antara penupang  laki-laki dan penumpang perempuan, sehubungan dengan adanya pelecehan seksual di Bus Transjakarta (Busway) mulai terlihat di koridor VI Halte Busway Ragunan,  misalnya dengan adanya pemisahan antara antrean penumpamg laki-laki dan perempuan. Gianta Pradipta, salah seorang penumpang Bus Transjakarta yang mengantre di Halte Ragunan, mengaku bahwa adanya pemisahan berdasarkan jenis kelamin membuatnya lebih nyaman, walaupun selama ini tidak pernah mengalami atau melihat pelecehan seksual di Halte maupun didalam Bus Transjakarta.

  Hal ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi lembaga pendidikan untuk tidak ragu-ragu lagi mengambil keputusan bahwa yang terbaik bagi fitrah manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Kalau Busway Jakarta dapat mengambil keputusan berani yang baik tersebut, mengapa sekolah tidak?

Semoga bermanfaat.

Dampak negatif kelas campur

Anak usia 8 tahun apalagi 15 tahun, rta – rata sudah mulai matang mengkhayal lawan jenisnya. Sambil bermain mereka saling menceritakan lawan jenisnya masing-masing. Mereka menceritakan kelebihan-kelebihan lawan jenisnya, mulai dari kecantikan, kegantengan, pustur tubuh, prestasinya, dan segala hal yang membuat mereka tertarik kepada lawan jenisnya. Hal ini terjadi baik di sekolah umum maupun madrasah dan pesantren. Lebih-lebih di usia 21 tahun, anak akan lebih matang dalam mengkhayalkan lawan jenisnya. Usia 8-21 tahuninilah yang dikatagorikan sebagai usia remaja. Read more…

Fakta menyedihkan

Seorang siswa di sebuah sekolah SMA sambil berkarakter kepada temenya berkata,”Saya sangat senang sekolah di sini, karena siswi-siswinya cantik, apalagi yang satu kelas denganku……”pembaca yang budiman! Apa yang terbayang oleh kita ketika mendengar ucapan ittu?Apakah kita merasa “nyaman” atau “risih”mendengarnya? sungguh ini adalah ucapan yang memberikan isyarat nyata bahwa dengan sering terjadinya pertemuan antara siswi dan siswa dalam sebuah kelas atau sekolah, hal itu menimbulkan perasaan “mengkhayalkan” satu sama lain. Lain lagi dengan anak kelas 3 SD yang saya dengar sendiri dialog kecil di antara mereka. Salah kurang di antaranya bertannya dengan lagu, “Kamu sudah punya pacar berapa ?” Temanya menjawab, “Aku punya pacar 3″. Sang anak yang bertanya langsung menyambut dengan jawaban yang membuat saya terheran-hera. Dia berkata ,”Aku punya pacar 4 , tapi sudah putus tiga, sekarang tingaal 1 yaitu si “fulanah” (nam atemanya tersebut). Apa pula pendapat kita dengan dialog kedua anak tersebut? Mungkin akan banyak ragam komentar. Namun, P pun  komentar  kita tentang fenomena  ini tidak akan pernah mengubah kenyataan yang terus akan terjadi. Dengan biasakanya anak-anak berkelas campur, hal itu pasti akan beresiko tinggi terhadap kerusakan akhlak, dan hal ini sama dengan membuka pintu perzinaan.

Kelas campur vs Prestasi belajar

Penelitian terbaru menunjukan, lebih dari 700.000 pelajar perempuan di Inggris yang belajar disekolah khusus perempuan lebih cerdas dibandingkan pelajar disekolah campuran  (pria dan wanita). Penelitian yang dilakukan atas nama The  Good School Guide didapati, sebagian besar dari 71.256 perempuan yang mengikuti program sekolah menengah (The General Cerficate Secondary Education [GCSE])di sekolah sesama perempuan antara taun 2005 dan 2007 lebih naik hasilnya. Sementara itu, lebih dari 647.942 perempuan yang ikut ujian di sekolah campuran (pria/wanita) 20% lebih buruk dari pada yang diharapkan. Anak laki-laki dengan tingkat kecerdasan  (IQ) yang sama lebih menibgkat prestasi belajarnya di dalam kelas sejenis (laki-laki saja)dari pada mereka berada dalam kelas campur laki-laki dan perempuan.

Anak Lebih Cerdas Dengan Kelas Terpisah

Tidak sedikit orang tua bahkan guru di sekolah., baik langsung maupun tak langsung,sadar atau tidak sadar, telah memposisikan anak se[erti malaikat yang tidak berdosa dan tidak memiliki hawa nafsu. Di sekolah, sudah biasa anak laki-laki dan perempuan berada dalam satu kelas, bahkan daa yang dengan sengaja diatur satu bangku. Keadaan ini di perparah oleh cara berdandan siswa yang menampilkan sebagian auratnya, apalagi didikung oleh paras yang cantik dan cakap siswa maupun siswinya. Inilah fakta yang banyak terjadi di banyak sekolah umum, bahkan dapat dijumpai pula dalam sekolah yang berabel islam! Dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Laa haula walaa quwwata illa billah!

Vista Start Menu

Vista Sart Menu merupakan anternatif bagi anda yang ingin memiliki menu windows XP serasa seperti Windows Vista. Instalasi program ini sangat mudah, para pemula dapat melakukanya dan bagi mereka yang berpengalaman pun dapat melakukan kustomasi. Selain itu, yang paling penting dari program ini adalah free.

TOP100++

Freeware

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.